Mulai dari aku berikan uang, pakaian bahkan aku membelikanya mobil lambogini. Bokep Mama Payudaraku yang montok dan berisi selalu jadi bahan tontonan para pria dikantorku, tak jarang para pria selalu melirik kepayudaraku. Nampaknya kami sudah lupa jika kami saat itu sedang dipantry karyawan. Aowww panas… Aduh duh duh…, ” ucapku kepanasan terkena percikan air panas. Sebenarnya aku tahu kalau mereka selalu mencuri-curi pandang, namun aku biarkan saja toh juga nggak nyentuh ini. Setiap dimintai tolong pasti dia tidak penah mengelak, dia selalu menuruti perintah para karyawan. Sesekali kami Arif juga menjilati leher dan daun telingaku untuk membuat aku semakin liar. Sembari bercimuan dan dengan posisi masih diatas pangkuan Arif kami saling memeluk erat,
“ Makasih ya Arif kamu udah buwat aku puas hari ini, yaudah yuk kita merapikan diri takut ada yang curiga sama kita nant, ” ucapku dengan nafas yang masih ngos-ngosan.



















