Gairahku perlahan-lahan bangkit kembali. Link Bokep Kamu baygin aja, aku selalu nafsu kalo ngeliat dia. Pokoknya kita masuk dulu deh…” Lia menyambut kami berdua. Nikmat dan puas sekali rasanya. Cuma begitu saja? Aku terbengong beberapa saat.“Rina!..!” aku mengguncang-guncang tubuhnya.“Umm… udah maleem… Rina ngantuk niih…”Kalau sdh begitu, percuma saja. Tari melingkarkan tangannya memeluk tubuhku. Kumasukkan k0ntolku ke dalam liang kenikmatannya dgn pelan tp pasti. Lia duduk bersimpuh di ranjang.“Ayo berbaring disini, Mas Sandi.”Aku berbaring di ranjang dgn berbantalkan paha Lia. Dia tidak akan bangun. Pokoknya kita masuk dulu deh…” Lia menyambut kami berdua. Tanganku yg beraksi pada payudara Lia pun akhirnya berhenti.Tari terus mengulum dan menyedot k0ntolku, sehingga menimbulkan rasa ngilu yg amat sangat. Dari tadi aku tidak menyadarinya.“Mir, apartemen siapa nih?”“Apartemennya Lia. Jam 5 sore aku pulang kantor, dan langsung menuju tempat yg dijanjikan. Tari berbaring di sisiku. Tidak hanya itu, Tari juga sesekali mengemut telur kembarku sehingga




















