Langsung saja ku jambak rambutnya yang panjang dan ku ciumi bibirnya dengan paksa. “Oh, Syamsul…” tiba-tiba terdengar suara Rianti berjalan keluar bersama ibunya. Bokep terbaru “Itu Rianti bro…” Mamat menunjuk ke arah seorang gadis yang berjalan menuju ke arah kami. Aku yang sudah memasuki umur 18 tahun memang sudah seharusnya menjadi tulang punggung keluarga, walaupun aku anak tunggal, tapi aku masih harus menghidupi ibuku. “Aku sangat mencintaimu!…” sambungku. “Mau ke mana bang?” jawabnya dengan nada yang sangat lembut. Aku sebenarnya tidak mau tahu lagi dengan info mengenai Rianti, namun kata-kata Mamat membuatku semakin sakit hati. Pada hal aku juga ingin sekali menyunting Rianti, hanya ku pikir aku belum begitu mapan, paling tidak aku harus memiliki sebuah rumah pribadi dulu barulah aku berani berhubungan lebih lanjut.Hari ini aku ingin mengajak Rianti nonton bioskop, uang yang aku sisihkan tiap harinya sering kugunakan untuk mentraktir Rianti.




















