“Sebentar, aku carikan dulu ke kamar kakak”, jawabnya sambil keluar kamar. Saat dia tengah membaca, dia mendekatkan kursinya di sampingku sambil sesekali dia meletakkan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain. Bokep Crot nggak apa-apa kan cuma nyoba, tapi pembantumu tadi di mana?”, tanyaku sambil melongok ke arah pintu. Aku hanya bengong tidak dapat berkata apa-apa.Kuantarkan dia sampai ujung gang, karena itu permintaannya dan setelah Vitara putih itu masuk ke dalam gang, aku kembali menuju jalan besar dan pulang naik taksi. “Nggak, aku cuma kangen ama kamu”, kataku sambil tersenyum. Aku minta Mas tidak lagi menghubungi aku lagi, aku nggak bisa ngasih alasan dan tolong jangan tanya mengapa, itulah permintaanku”. Dia kembali dengan membawa segelas es jeruk dan meletakkan di samping ranjangnya yang memang terdapat meja kecil dan sebuah telpon.“Wah sayang aku belum ngedaftar ke ****net “, katanya.




















