“Iya, Tante”, sahutku.Dan memang tepat jam tujuh malam aku datang ke rumah Linda. Bokep Rusia sehingga tidak ada selembar benangpun yang masih melekat di sana. “Aku mencintaimu”, sahut Linda agak ditekan nada suaranya. Padahal tadinya aku benci sekali, karena menganggap Mas Herman telah merebut Mbak Indri dan sisiku. Dia malah tersenyum. Aku benci dengan semua orang yang bahagia melihat Mbak Indri diambil orang lain. Tapi memang sudah lama aku ingin dibelikan motor. “Ayo dong, jangan diam saja…”, bisik Linda disela-sela tarikan napasnya yang memburu. Dan jarak usia antara kami cukup jauh juga. Meskipun malam itu Linda mengenakan rok yang panjang, tapi belahannya hampir sampai ke pinggul. “Tidak…, tidak ada apa-apa, sahut Linda sambil merapihkan pakaiannya.Aku bangkit dan duduk di sisi pembaringan.




















