Jadi waktunya banyak dihabiskan di bawah. Setiap akhir pekan aku berada di perkebunanku sambil mengawasi penanaman maupun panen. Bokep Colmek Jika dulu aku hanya sabtu-minggu berada di kebun, sekarang jadi lebih panjang yakni sejak jumat sampai senin, bahkan kadang-kadang Selasa baru balik ke Jakarta.Selain untuk mereguk kenikmatan dengan Imah, urusan di kebun juga banyak yang membutuhkan keputusan dan perhatianku. Mengetahui usahanya berhasil. Namun dia merasa segan untuk mengutarakannya. Mungkin juga itu bagian dari keramahan.Semakin hari Imah semakin akrab denganku, meskipun dia memanggilku Bapak, tetapi tidak terlihat jarak antara majikan dan pekerja. Untung aku cukup bugar berkat setiap hari berkeliling kebun jalan kaki. “Nikmat,” kataku singkat. Karena sudah setengah jalan aku tidak perduli dengan ketidak-mampuan Imah, Dia terus kugenjot sampai dia dapat lagi orgasme mungkin kalau aku tidak lupa dia dapat dua kali lagi baru kemudian yang terakhir dia menyamaiku ketika semprotan spermaku kulepas dalam-dalam di dasar memeknya.Aku tidak




















