Aku yang salah, Ma. Semuanya sudah terpenuhi, Ma.” katanya sembari terus memompa tubuhku.“Tidak, Dodi… aku mamamu, sayang…” kataku terbata-bata dan tanpa sadar aku sudah memeluknya juga.“Aku tak mau menikah lagi, Ma. Bokep Tobrut “Kenapa, Ma? Aku tersenyum. Ah… aku tak mampu lagi mengatakan apa pun, selain mendesah. Mama rindu…” kataku. Aku diperlakukannya seperti anak kecil, seperti cucu anakku sendiri. Dibopongnya aku kembali ke kamar tidurku. Aku mulai meliuk-liukkan tubuhku mencari kenikmatanku. Kalau aku yang mengatakan itu, mungkin orang tak curiga. Duburku yang sudah basah oleh ludahnya, terus ditusuknya. Aku sendiri tak puas-puasnya kah menerima tubuh Dodi yang menggenjot tubuhku? Tapi Dodi justru menyelami tanganku dan berkata sendirian, “Kunikahi engkau dengan sepenuh hatiku. Aku berharap, Dodi menghentikan perlakuannya. “Aku sudah tak tahan, sayang…” bisiknya.“Bagaimana, kan masih belum kering?” kataku.Akhirnya kami sepakat, kami harus pindah kamar ke kamarnya. Kalau bukan dia, terus siapa? Aku melepaskan kenikmatanku.




















