Bibirnya sensual dan selalu basah alami tanpa olesan lipstik. Dalam hati sempat aku bertanya, apakah yang telah di ceritakan Ananda kepada kedua orang tuanya tentang diriku. Bokep Indo Di tengah asyiknya aku menikmati makanan, tiba-tiba telah berdiri temanku yang bernama Dina dan seorang yang telah membuatku terpaku sebelumnya. Seketika pandangan Ananda bersama kedua orang tuanya tertuju ke panggung. “Oh.. “Ananda masih pingin ngobrol dengan Adiet nih bolehkan?” rajuknya manja. “Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi. Setelah kepergian Papa dan Mamanya, kembali kita melanjuntukan obrolan yang tertunda sesaat. Seketika pandangan Ananda bersama kedua orang tuanya tertuju ke panggung. Khayalanku buyar bersama teguran dari Dina mengingatkan kalau aku masih menggenggam tangan Ananda. Setelah selesai aku menyanyikan lagu itu, bersamaan juga saat aku bersama grupku mendapat kesempatan untuk break di session pertama. Yah Ananda” kataku polos.




















