“Pintunya di tutup aja yah” pintanya. Sejak saat itu mesti masing-masing kami mempunyai pacar, Vina beberapa kali chek in di berbagai hotel bersamaku. Bokep Arab “aku belum puas lho, Vina ku sayang” bisikku di telinganya. Aku sengaja menahan diri dan hana meluhar dia menggerak-gerakkan tangannya dalam rok. Aku pun bangkit dan menutup pintu kamarku. “besar juga yah” katanya sambil tersenyum. Setelah sampai di kamarku, Vina memandang berkeliling, “koksepi? “tahan ya sayang, bentar lagi enak kok” jawabku berbisik di telinganya. Dia tertawa sambil menatapku, “ya udah kalau gitu matiin aja” katanya. Aku mengangguk, sambil tetap menghisap telinganya. Matanya membelalak menatapku dan bibirnya sedikit terbuka. Sambil duduk, aku sengaja memeluk pundak Vina sambil sesekali membelai rambutnya, Vina yang berada di sebelah kiriku dan awalnya membelakangi komputer tiba-tiba membalik badannya. Aku tidak terlalu akrabb dengan Vina karena sejak awal kuliah kami tidak pernah sekelas.




















