Aku menyuruh salah satu dari mereka untuk duduk di depan sebagai penunjuk jalan, lagipula aku tidak mau dikira sepagai sopir antar jemput anak sekolahanDidalam mobil aku berkenalan dengan mereka. Niat isengku semakin menjadi-jadi. Bokeb “Wah cerita baru buat blog gue nih”, katanya bersemangat. Anyway, aku segera bangun untuk bersiap-siap. (narsis bgt ya?). Sambil merasa kegelian Farisz berkata, “Makasih ya tan, ga rugi nganterin tante”. Kurasakan semprotan kuatnya di dinding vaginaku, seperti dikejutkan oleh sengatan listrik. Aku benar-benar menikmati semua ini. Kutekuk pahaku dan kubuka lebar-lebar pahaku. Begitu masuk rumah, Vina langsung menunjukkan kamarku, “kamar lo di atas ya Lyn, yang itu tuh”, katanya sambil menunjukkan kamarku. Kini Fariz telah tahu apa yang harus dilakukan. Aku berjongkok di atas Fariz. Nafsuku makin tidak tertahan. Fariz benar-benar terkejut. Aku benar-benar menikmati semua ini. Ku pegang penisnya dan kumasukkan kedalam vaginaku.




















