Begitu melihat Su’eng, Mas Berto terlihat lemas. Bokep Arab Remasan-remasan tangannya di buah dadaqu membuatku tak tahan lagi, sampai tak sadar aqu melorotkan sendiri pakaian yg kukenakan. Oh sampai kapankah penderitaan ini akan berakhir Aqu mulai bertanya-tanya, sejak kapan swamiku mulai gemar minum-minum beralkohol. Kulihat dari tadi kelihatannya kamu sedikit kedinginan”, ucapnya lagi sembari menyodorkan minuman tersebut.Kuraih minuman tersebut, dan mulai kuminum secara dikit demi sedikit sampai habis, memang benar beberapa saat kemudian aqu merasakan badan dan pikiranku sedikit tenang, rasa gorgi sudah mulai menghilang, dan aqu juga merasakan ada aliran hangat yg mengaliri seluruh syaraf-syaraf badanku.Su’eng kemudian menyetel lagu-lagu lembut di kamarnya, dan mengajakku berbincang-bincang hal-hal yg ringan. Selama ini aqu tak pernah melihatnya sampai seperti ini. Swaminya, Berto, justru menjadikannya seseperti seorang gundik murahan.










