Eriik teruuss..” Aku memasukkan jariku dan kugerakkan keluar masuk. Film Porno “Tunggu Erik, aku mencintaimu!” Jeritnya.Aku terhenti dan berbalik, apa katanya, aneh sekali. Dia terlihat keenakan.“Emmhh.. Aku mengenalnya sekitar bulan lalu saat bertemu di perpustakaan. Kakek dan nenekku berdarah belanda, jadilah aku mempunyai alat yang besarnya seperti milik orang barat. Aku tak begitu memperhatikannya sewaktu kami bertemu di perpustakaan dulu.“Aku ingin memberikan buku yang waktu itu”, sergahnya. Melihat aku marah dia terlihat sangat takut dan menyesal, dia menghampiriku dan memegang kedua tanganku.“Maaf, tapi aku hanya ingin berdua bersamamu di sini”
“Jangan bercanda ah, aku mau pulang” ujarku sambil melepaskan genggamannya.Aku terkejut karena tiba-tiba dia mencumbu bibirku dengan bibirnya yang lembut dan tipis. Baik, bagaimana bila melakukan sex?”Aku puas mengatakannya, akhirnya aku bisa memberinya pelajaran karena mempermainkan perasaanku. “Ya ini aku Marlene”
“Setelah di SD aku sangat merindukanmu, aku tak pernah berpacaran Erik, aku terus mencarimu” cercahnya sambil menangis.Aku mengusap air




















