Dilepaskannya tanganku“Sudah, kamu diam saja. Bokep Jepang Aku mengimbanginya, ketika dia relaksasi aku yang mengencangkan otot perutku seolah-olah menahan kencing. Ida keluar lagi.Kami jalan dan nonton lagi di Sukasari Theatre. Setelah selesai ia ke kamar mandi membuang air dalam gayung tadi.“Ayo kita masuk babak berikutnya!” Katanya ketika kembali dari kamar mandi.Aku berpikir apalagi yang akan dilakukannya. Kupegang tangannya
“Da, aku mau belajar lagi sama kamu, boleh nggak?”
“Dimana?” Ida balik tanya. Sekarang.. Ia tersenyum kecil dan menggelinjang.“Sudah istirahatlah dulu, rileks dan buat pikiranmu menjadi santai. Ida hanya memandang dan tersenyum saja.Kami berbaring berdampingan di bed masing-masing.“Boss-nya yang punya showroom orang mana sih?”
“Keturunan Arab” Jawabnya.“Asyik dong pasti gede punya barangnya. Kembali kami berciuman. Harumnya eau de toilette masih tercium.




















