Aku masih ketakutan, Alex terus menelponku, hp sengajaku silent kan agat tidak berisik. Dokter itu pun langsung memeriksaku ketika Alex meninggalkan ruangan. Bokep Tubuhku lelah, aku terbaring di kasur dengan suhu badan yang cukup tinggi. Mereka menusukkan jari jemari mereka terus menerus ke dalam lubang vaginaku. “Ayo ikut!”, kata seorang pria yang mengenakan kaca mata hitam dan berjas hitam, ia menyuruhku masuk. Aku mendapat nomor 203, itu adalah kamar di mana pelanggan yang sudah berhasil membayar Alex dengan harga yang ia mau. Mereka menusukkan jari jemari mereka terus menerus ke dalam lubang vaginaku. Sedangkan pria lain juga ada yang meraba-raba bagian vaginaku. “Hahahaha”, Alex tertawa sambil terus menyopir, entah akan ke mana ia kini membawaku.”Lu pikir mau menyogokku dengan apa?”, ia bertanya.




















