Masih dengan penampilan yang berantakan dan birahi yang bergejolak, aku melangkah melewati pintu. Aku tersenyum dan mengangguk.“Kau yakin?” Sandra ikut bertanya. Bokep SMA Lidahku sesekali masih menjilati alat kelamin Bruno maupun air maninya yang membasahi jari-jariku. Walaupun ibuku orang Belanda, namun beliau sangatlah puritan.Keadaan di tempat tinggalku sekarang tidak lebih baik, tapi paling tidak tak ada seorang pun yang mengenalku di sini. Itu kan untuk perawan-perawan di zaman dulu.”
“Bukan, sabuk ini untuk mencegah kontol yang tak berhak mengakses memek dan lubang pantat yang sudah dimiliki secara pribadi.”
“Siapa yang memegang kuncinya?”
“Keluarga Sandra dan Parulian, tentu saja.”
“Lalu bagaimana caranya kalau aku ingin menyetubuhimu?”
“Yah, itulah masalahnya. Parulian mengaitkan seutas tali ke kalung anjingku dan menyerahkan ujungnya kepada Beni.Sejak saat itu, Beni tak pernah menyetubuhiku sebelum Bruno mendapatkan bagiannya. Aku tersenyum sambil melangkah masuk, berharap seseorang mengambil keranjang buah dari tanganku.




















