“Biarin aja Ren., kamu lebih seksi pakai itu” kataku saat dia ingin membuka celana dalamnya.Segera kutarik kembali Renata kedalam pelukanku. Setelah itu, aku mampir di studio 21 yang terletak di lantai 3 mal itu untuk melihat-lihat film yang sedang diputar. Bokep Hot Memang aku sudah menentukan limit pengeluaran bagi mereka. Aku seperti merasakan “deja vu”. Rambutnya sebahu dgn wajah yang manis. Leher dan pundaknya yang putih mulus segera kucium dan kujilati. Pantatnya yang montok terlihat sangat merangsang. Pusing nih di mal terus” kataku setelah mereka selesai berbelanja. “Sialan lo.., gue udah nunggu lama tau..” sahut Felisha pada sang gadis. Tinggal skripsi yang masih menghadang langkahku.Seperti telah kuceritakan pada cerita-ceritaku terdahulu, aku telah mempunyai bisnis sendiri, dimana hasilnya lebih dari cukup utk membiayai kuliah dan hidupku di ibukota ini. Sesudah makan, mereka minta dibelikan pulsa HP, terus belanja baju, dll.




















