Tiba-tiba dari arah pintu bagian belakang hadir satu sosok. Bokep Colmek Hujan masih turun. Kulihat dalam remang ia menggigit ujung bibirnya. Aku seperti tenggelam dalam segala macam rasa : coklat, vanilla, strawberry, almond.Mbak Marissa benar-benar menikmatinya. Lilinku habis.Dan aku jadi ketakutan mendengarkan suara hujan dalam gelap,” kata Mbak Marissa. Mbak Marisa berdiri di sana.Ia pasti masuk lewat pintu terobosan di belakang yang tidak terkunci..“Punya lilin?” tanyanya. Ia bicara dekat sekali di depanku. Kubiarkan ia terus mengerang dan mengaduh, mendesah. Mbak Marissa berdiri di situ, dengan tank-top dan celana pendek favoritnya, yang sekarang jadi favoritku juga.“Hei, ada pintu tembus, rupanya!” celetuknya riang. Aku menatap jam dinding. Seorang lelaki gagah dan ganteng, dengan usia beberapa tahun di atas perempuan itu.“Rumah Pak RT di mana?” tanya lelaki itu menghampiriku..“Di sini,” aku menunjukkan rumahku,“Ayah saya Pak RT”Malam itu pasangan baru itu berkunjung ke ayahku.




















