Kantorku tak lama lagi keliatan di kelokan depan, kurang lebih 200m lagi. Bibirnya sedang tdk terlalu sensual. Bokep Ojol Ah. Tunggu apa lagi. kataku.“Iya itu”Ya ampun, aq membayangkan suara itu berbisik di telingaku di atas tempat tidur yg putih. Aq tertipu. Tapi sebelum berlalu masih sempat melihatku sekilas. Padahal, wajah wanita setengah baya yg di lehernya ada keringat sudah terbayang. Aq menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Aq tahu di mana ruangannya. “Mbak Iin.., udah ada pasien tuh,” ujarnya dari ruang sebelah. Atau jangan-jangan ia tdk masuk ke salon ini, hanya pura-pura masuk. Aq tiduran sambil baca majalah yg tergeletak di rak samping tempat tidur kecil itu. Paling tdk ada untungnya juga ibu menyuruh bayar arisan.“Mbak Iin..,” gumamku dalam hati.Perlu tdk ya kutegur? “Masih sepi ini..!” kataku makin berani.Kemudian aq merangkulnya lagi, menyiuminya lagi. Masih ada esok. Ah segar.




















