Aku pun tidak mengiraukan ucapannya, kusibak tangannya yang menutup memeknya dan segera kujilat memeknya yang semakin basah dan merekah merah. Sehingga, aku memang terbiasa pulang malam.Sore itu aku sedang duduk di depan komputerku melihat data laporan pencapaian omset dan sedang membuat rencana plan untuk promosi di weekend minggu ini. Vidio Porno Bls..” itu bunyi pesan singkat Tia yang masuk di inbox handphoneku.Akhirnya kuputuskan untuk mengiyakan permintaan tolong Tia. Apalagi ketika kupilin puting susunya yang tidak terlalu besar, Tia pun semakin mendesis.Untung suara film di ruang bioskop menutupi suara desisan Tia dan gelapnya ruang bioskop seolah menutupi kegiatan yang kami lakukan. “Ech..ya… maaf Tia… Lagi nglantur aja pikirannya…” jawabku sekenanya.Tia pun tertawa mendengar jawabanku.. Cuma kamu terlihat cantik aja pake daster itu..” jawabku sambil menahan malu karena ketahuan melihat dirinya.“Hihihihi Mukanya Bapak merah tuch Ketahuan tuch bohongnya..” ujar Tia sambil tertawa.










