Ohh.. Bokep Seperti biasa, wanita itu mengajakku duduk di sofa. Bayangan Yuni tiba-tiba muncul di benakku. Aku ikut senang dan mendukungnya. Malang sekali nasibmu Bimo kakakku…Sesampainya di kantor pertama kali yang kulakukan adalah menelpon Bimo saudara kembarku.“Bim, tidak perlu menunggu sampai seminggu, barter ini selesai di sini saja ya. Selalu membanding-bandingkanmu dengan wanita lain. Boleh aku buka sekarang? Heny ingin lebih fokus dalam merawat dan mendidik anak-anak kami.Aku tak mempermasalahkan alasannya. Kami tampak begitu bahagia dan serasi. Malang sekali nasibmu Bimo kakakku…Sesampainya di kantor pertama kali yang kulakukan adalah menelpon Bimo saudara kembarku.“Bim, tidak perlu menunggu sampai seminggu, barter ini selesai di sini saja ya. Sambil tersenyum, silih berganti mereka mendengarkan keluhanku.“Itu karena kamu terlalu monoton Adi, terlalu lurus berumah tangga. Bergaun putih, muka pucat putih kaya topeng.




















