Lalu pindah duduk ke belakang setir lagi.Tak lama kemudian mobilku meluncur di jalan raya. Bokep Family Sepasang kakinya diangkat dan ditekuk, lalu melingkari pinggangku, sementara rengekan-rengekannya tiada henti terlontar dari mulutnya.“Ooh… aaahhh… aduh Pak… enak Pak… aku mau keluar lagi nih Pak.”
“Kita barengin keluarnya yok…” bisikku sambil mempergencar enjotan batang kemaluanku. Dia juga membalasnya dengan remasan. Pandanganku melayang ke bawah perutnya, tampak kemaluannya yang berambut tebal.Aku pun mulai beraksi. Kami bukan ABG lagi. Ku genjot penisku dengan kecepatan tinggi, sampai akhirnya kami sama-sama berkelojotan lagi saling peluk, saling lumat dan akhirnya air maniku menyemprot di vaginanya, diikuti dengan rintihan Bu Evi mencapai orgasmenya. “Barusan istri Herman datang, Bang,” kata istriku waktu aku baru duduk di sampingnya,
“Herman sakit, kakinya bengkak, asam uratnya kambuh, jadi gak bisa kerja hari ini.”
“Penyakit langganan,” sahutku dengan senyum sinis. Membuatku merasakan kenikmatan yang luar biasa.“Oooh… enak banget Paak… aku mau keluar lagi… kita barengan




