Hingga akhirnya nafasnya mulai kembali memburu, memburu, dan makin memburu. juga gapapaahh…” Desah Emi.“Emii… kita keluaar bareengg.. Bokep Tante Jangan-jangan dia mau menyatakan cinta nih? Aku lebih memilih orang seperti itu dibandingkan orang yang kebanyakan bertele-tele, dan ujung-ujungnya bermaksud sama.“Boleh deh ayo!” Kataku menerima ajakan Emi.“Horeeee! Beneran tuh si Novi kagum sama aku?“Hush sembarangan kamu ya kalo ngomong Emi! Udah kamu sana ke kamar.” Kataku.“Udah pak, aku disini aja. Kaya gitu biasa ngolong? Malam ini Emi, dan besok malam aku.” Kata Novi.Emi dan Desi mengacungkan jempol, tanda setuju.“Udahlah, kalian semua tidur di kamar. Ada yang ketinggalan.” Kata Emi. Aku meletakkan sunblock milikku di bagian resleting depan, pak.” Kata Desi.Aku mengangguk saja, dan berlari ke arah cottage. Kami membahas rundown acara kami di Arumdalu. hoooohhh… haaaahhhh…” Desah Emi seraya menghujam penisku.Aku semakin tidak tahan untuk menyemprotkan lahar kenikmatanku.“Ee… Emiiiiii… ” Croott..













