segala macam perasaan bercampur aduk di kepalaku. Matahari pagi begitu terik. Bokep Jepang Aku sudah beres-beres ketika interkom itu berbunyi lagi. Tapi dia menyadari bahwa apa yang ada pada kami bukanlah cinta. Penisku hanya kuselipkan di antara celana dalamnya. Tapi entah mengapa aku tidak tertarik padanya. “Ok Ricky, Biar bagaimanapun… kamu pernah menjadi seseorang yang sangat berarti bagiku,” ia terdiam sebentar. Sangat berbeda dengan ketika kukenal ia 2 tahun yang lalu. Itu yang ada di otakku. Uang kita bagai setumpuk kertas gurauan dengan angka nol berderet-deret.Pukul 2 lewat. Gawat pikirku. Yang aku tidak habis pikir, besok bila Felly menelponku, aku akan memberinya sejuta alasan masuk akal tentang kemangkiranku dan dia akan memaafkan. Buah dadanya yang berukuran sedang tapi padat, kuremas-remas sambil ia terus menghisap-hisap penisku yang semakin menegang.Kuangkat kepalanya.




















