Setelah aku merasa percaya diri dengan wiridku, aku pun langsung mengikuti Aisya hingga ke toilet yang berada di belakang ruang guru. Bokep Jepang Saat ia telah tepat berada di hadapanku, ia pun memeluk tubuhku yang berbulu lebat ini. “Ahh … ahhh … ahh, Aisya mau pipis pakk …ahh”
“Lepaskan semua birahimu sore ini sayang … Bapak akan buat kamu melayang”
“Ahhh ahhhhhhhhhhhh ahhhhhhhhhhhh, Pakkkkkkkkk …………. “Aisya, coba kamu berbalik sayang …”
Ia pun menurut sambil mendesah ringan. “Akhhh … Pak Hadi …” Efek dari ilmuku begitu cepat hadirnya, kini Aisya pun telah terjebak dalam permainan nakalku. Mata nan indah itu tiba-tiba menjadi sayu seperti orang yang hilang kesadarannya. Melihatnya sudah mulai agresif, aku pun mengendurkan telikunganku ke tangannya dan ikut memeluk pinggulnya. Dapat kurasakan basahnya air wudhu masih mengaliri lengannya yang halus dan putih. Perlahan aku pun mendekati, hingga kemudian duduk di sebelahnya.




















