Ketika kusentuh, terasa getaran reaksi dari Santi. Aku tahu itu pasti Dewi. Bokep HD Biarpun begitu, tubuhnya sangat ideal dan proporsional. Mudah-mudahan Santi pun puas, karena aku tidak melihat gejala dia orgasme meskipun kudengar dia teriak saat spermaku menyembur di vaginanya.Badanku terasa lemas bercinta dengan dua perempuan sekaligus, untunglah Dewi tidak sehebat Santi. Bagi pembaca yang mengikuti ceritaku, 6 kisah sebelumnya memang aku belum beristri. Aku jilat veginanya semampuku, karena aku sudah tidak konsentrasi dan sulit bernafas karena permainan Santi.Untunglah Dewi lebih mudah terangsang dari yang kuduga. Sementara aku masih tetap menjawab email yang masuk terutama wanita, tetapi kebanyakan mereka tidak ada yang seberani Santi dan Dewi untuk berlanjut lebih dari sekedar berkirim email.Hingga suatu saat ada email yang kukira junk email dari luar negeri, dan ketika kubuka, Santi..!“Hey… gue seneng disini. Seperti biasa, Santi pintar sekali memainkan lidahnya baik itu di mulutku, juga di kemaluanku.
















