Kami mulai gelisah hingga hanya menggesek-gesekkan kaki kami satu sama lain.Nafas Tia mulai turun naik tidak terkendali. Bokep Mom Tapi aku juga tidak bisa lepas dari dekapan Tia. aku sangat membutuhkan kasih sayang kalian berdua. Uffftgh..aman..pikirku licik.Waktu sudah menunjukkan puluk 9 malam.Kami semua berkumpul di ruang karaoke. Sampai pada hari yang dinanti-nanti,sekali lagi Tia mendominasi ku. Sifat manja Evi yang selalu menatap aku tanpa berkedip yang membuatku akhirnya sedikit melupakan Tia. Memang sih, secara fisik, Tia memang jauh di atas Evi, tapi mengapa perasaanku cenderung memilih Evi? Tapi sekali lagi, aku memang pengecut. Cemburukah dia? Cemburukah dia? Evi cemburu!!! Tiba-tiba Evi teriak, meminta sopir untuk menepikan mobilnya. Kami bertiga hanya duduk terbengong-bengong menatap keluar jendela. Evi hanya menggelengkan kepala, seolah tidak bersemangat menanggapi kehadiranku. Begitulah setiap hari kami lalui berdua, tanpa komitmen apapun dan tidak lebih dari hanya sekedar pegangan tangan, cium kening, saling ngegombal satu sama lain.




















