“Aku juga”, jawabku samabil kucium bibir Rina.Rina mengenakan pakaian seperti saat mandi tadi, tanpa BH dan celana dalam, aku membalut tubuhku dengan handuk. Aku diberi motor baru sebagai gantinya dengan harapan aku akan lebih baik, aku selalu dianggap sebagai keluarga Rina sehingga aku diminta tinggal di rumahnya. Vidio Bokep “Ya…”, aku turun dan mengetuk kamar Rina. “Udah, emang kenapa?, tanyaku balik. Rina sungguh hebat, kamipun melakukan lagi. Aku segera pulang setelah jam 14.30. Semua biaya ditanggung oleh keluarga Rina termasuk motorku yang rusak. Aku sadar saat aku sudah di rumah sakit AL di dekat kawasan itu, aku membuka mataku pelan-pelan dan seorang cewek cantik sudah tersenyum kepadaku.“Mas, maafkan saya”, dia mengucapkan kata dengan penuh pesona.




















