Kuangkan telepon yang ada diatas meja kerjaku dan kutekan nomor extensin dia. Bokep Live Sambil menunggu kakiku kering kami berbincang lagi. “Nggak apa-apa pak.”
“Nggak apa-apa kok ngelamun begitu, perlu teman buat ngobrol?” tanyaku memancing. “Pak, nanti mlm ada acara gak? Diperjalanan kami ngobrol kesana kemari, dan tanpa terasa akhirnya kami masuk ke komplek perumahan dimana vivi tinggal lalu kami turun menuju ke rumahnya. Setelah sampai di teras rumahnya kulihat kakiku, ternyata yang kuinjak tadi adalah sesuatu yang kurang enak untuk disebutkan, sampai-sampai sepatuku sebelah kiri hampir setengahnya kena. “Ya udah kalo begitu kita bareng aja.” ajakku menawarkan. Tidak seperti biasanya, aku merasakan hari ini bekerja merupakan sesuatu yang membosankan, suntuk rasanya menghadapi pekerjaan yang memang dari hari ke hari selalu saja ada sesuatu yang harus diulang, akhirnya aku menulis cerita ini. “Lho kok kelihatannya murung, kenapa?” tanyaku penasaran.










