Yuk kita minum dan makan siang, terus pulang”. Bokep Segala upaya untuk menyadarkan suamiku ternyata tidak membawa hasil.Aku membawa kedukaanku di pulau dengan cara melayani masyarakat setempat. Aku mendorong badannya, dan aku menangis. Aku minta maaf yah, aku harap kejadian ini tidak mengganggu persahabatan kita. aahhhh…. Tiba-tiba datang hujan dan angin sehingga gelombang laut naik-turun cukup besar. Kembali aku didekap, aku dipeluk erat oleh kedua tangan kekar. Di pelukanku ada si mungil Indri, buah hati kami berdua. Kami sudah saling terbuka membicarkan keluarga masing-masing sampai dengan keluahanku mengenai suamiku yang gay. sebuah benda lunak menyeruak bibir vaginaku. Aku tidak tahu kapan kaitan BH itu terbuka. Dari situ aku baru tahu, Pak Hamid telah dua tahun menduda ditinggal mati istri dan anak tunggalnya yang kecelakaan di Solo. Ahhh…… husss……. Sebuah benda yang tidur melingkar, tiba-tiba bangun karena sentuhanku…
”Tapi jangan dikeluarkan di dalam ya Pak….”. suara eluhan Pak Hamid




















