Saya mengangkangkan paha saya lebar-lebar, membiarkannya melihat jelas-jelas kemaluan saya. Film Porno Semua berlangsung begitu saja, sampai akhirnya di kantor kecil itu hanya ada saya, beberapa penjaga malam, dan si pemilik kantor, sebut saja namanya Pak Smith. Tangannya mulai meraba-raba ke balik baju saya, mengelus-elus perut saya, sambil mulutnya terus membisikkan kata-kata indah memuji keindahan tubuh saya. Tiba-tiba Jenny berhenti. “Kamu nggak punya boyfriend kan?” tebak Jenny di sela obrolan. Wanita-wanita jalang juga tampak berkeliaran di daerah yang saya tidak tahu namanya itu. indah sekali.”
Jenny tersenyum. Sampai-sampai vagina saya terasa gatal dan mengeluarkan cairannya. Tangan saya membelai-belai rambutnya yang lurus dan pendek seleher. Ia melucuti baju dan BH saya hingga tubuh bagian atas saya benar-benar telanjang. Ia menunjuk name-tag di dada saya dan berkata, “Ivon. “Pentil kamu udah tegang gini.” jawabnya cuek sambil menatap ke dua puting susu saya.




















