Aku pun pergi ke situ. Vidio Sex Tangannya pun lalu mulai berani bergerilya ke sekujur tubuhku yang dibalut kimono sutra. Kami dulunya kuliah bersama-sama. tapi dilantainya ya?” kataku. yang menjaga,” jawabku. “Tidak usah, Bu,” tolaknya. Sebagai wanita normal, aku sebetulnya menginginkannya. Suamiku memilih jadi pengusaha dan aku disarankannya menjadi ibu rumah tangga, karena segala kebutuhan hidupku telah tercukupi olehnya. Lalu kami bercerita tentang berbagai hal, mulai dari pekerjaanya sampai ke keluarganya di kampung.“Bu… malam ini apa nggak kedinginan,” tanyanya. Badannya sangat kekar. Suatu saat, ketika aku mau ke pasar dengan menyetir mobilku, Pak Oding mencuri pandang ke arah dadaku, yang saat itu agak rendah belahannya. “Nggak,” kataku singkat. Anakku yang pertama berumur 6 tahun dan yang kedua berumur 5 tahun. Aku kaget dan menepiskannya. Umurnya 52 tahun. Saat itu aku merasakan ada yang lain pada diri pembantuku yang laki-laki. “Awas lho, Bu… Ada hantunya…!” katanya.




















