Bu Tiara selalu berpakaian formal. Bokep Tante Tak lama kemudian, sambil tersenyum menggoda, Bu Tiara menarik telapak kakinya dari pundakku. Mengangkang. Pose yg sangat memabukkan. Sambil menatap pesona di depan mataku, aku menarik nafas dalem-dalem. Lalu ketika ciuman-ciumanku merambat ke paha bagian dalem serta semakin lama semakin mendekati pangkal pahanya, terasa tarikan di rambutku semakin keras. Bagian atas pahanya ditumbuhi rambut-rambut halus kehitaman. Lendir yg langsung ditumpahkan dari kemaluan Bu Tiara, dari pinggul yg terangkat agar lidahku terhunjam dalem.“Oh, fantastisssssssssssssssss,” gumam Bu Tiara sambil menghenyakkan kembali pinggulnya ke atas kursinya.Ia menunduk serta mengusap-usap kedua belah pipiku. Lalu aku menengadah. Sesekali pinggul itu berputar mengejar lidahku yg bergerak amelr di dinding kewanitaannya. Mungkinkah mulai dari atas lutut hingga.., hingga.. Mbak Tiara merenggut bagian belakang kepalaku, serta menariknya perlahan. Tercium aroma segar yg membuatku menjadi semakin tak berdaya.Aroma yg memaksaku terperangkap di antara kedua belah paha Bu Tiara. Hmm..!”.“Jawab!”.“Suka sekali!”Pemandangan




















