Aku jadi ingat tongkat pemukul ‘base ball’.Maka kini lengkaplah seluruh bentuk ke-kalahan-ku. Hohh.. Bokep Mama Lelaki ini terlampau hebat bagiku.Bahkan telah menjadi kenyataan, aku kini benar-benar ngaceng melihat sosoknya. Tanganku serasa ingin mengelusi penisku sambil meneruskan bayangan lelaki tua yang ngentoti istriku Warni.Akhirnya aku perlu bersiasat. Hatiku gemuruh sepertinya gelombang tzunami yang sedang menyerang pantai Larantuka dan melenyapkan pucuk-pucuk nyiurnya.Ada semacam bara cemburu yang sangat merangsang hasrat birahiku. Dia tunjukkan keinginan hewaniahnya. Mungkin ada rokok tyang tertingal. Dduh.. Tangannya meremas, mencengkeram dan terkadang juga mencakar.Ciuman Warni terus turun ke perut. Ada lelaki lain hadir yang selalu berasyik masyuk dengan istriku saat aku berlayar di tengah lautan. Aku ngaceng berat, nih. Aku berubah menjadi pemuja penaklukku. Dia mendorong telentang kembali tubuh Warni. Aku pelajari situasi di luar kamarku. Dia melumat kumis dan bibirku. Dan dengan refleksnya Warni menyambut. Aku mengambil bangku plastik bekas yang ringan dari gudang untuk pijakan




















