Aku mendeham:
“belum Cah Sara” kataku:
“Aku bilang semuanya. Bokep Tobrut Dgn pura-pura tidak acuh aku menyiapkan alat-alat perdukunanku, menyalakan lampu minyak (sebagai media pemanggil arwah, pura-puranya), menyiapkan baskom kecil berisi air kembang, dan menyalakan dupa. sakit Kakek..” tampak wajahnya mengernyit kesakitan. Tangannya ngapurancang di pangkuannya, wajahnya menunduk Sara. mbaah.. ”Si cantik itu menjawab pelan, tetap menunduk Sara:
“empat belas tahun, Kakek”. Aku berusaha menahan tawa:
“dianu kuwi opo karepe (apa maksudnya) to Cah Sara?” dia tampak semakin malu:
“ya itu lho Kakek..seperti katanya kalau suami istri lagi dolanan (bermain) di kamar itu lho.. Setiap hari paling sedikit sepuluh orang antre di rumahku, dari siang sampai malam. Aduh mak, dia memang betul-betul cantik. Tidak kuperdulikan lagi omelan mbakyuku dan pandangan sinis orang tuaku (mereka selalu menasehati: hati-hati lho Dar, jangan mbohongi orang). Bau khas kemaluan perempuan menyebar dan tercium hidungku. Jelas dia kini juga terangsang berat. Bosen. Aku menelan ludah.




















