batangnya dinaikturunkan dengan cepat,
akupun mengimbanginya dengan gerakan pantatku yang sebaliknya. Lama kutunggu tapi dia gak keluar juga dari
kamar, sementara itu napsuku makin berkobar membayangkan batangnya yang
besar dan panjang itu. Bokep Ojol Dia kemudian mencabut batangnya dan
berbaring disebelahku. Seperti biasa kalu udah
muncrat dia langsung tidur. aku mengangkangkan pahaku lebar2, supaya dia lebih
mudah menyodokan batangnya keluar masuk. Tiba2 dia mencabut batangnya dari meqiku, aku protes,
“Kok dicabut mas, sintia belum nyampe mas, dimasukin lagi dong batangnya”. “Kamu diatas
ya Sin, biar masuknya dalem”, ajaknya. bibirku digigitnya
pelan pelan, bibirnya turun terus menciumi seluruh lekuk tubuhku mulai dari leher
terus kebawah kepentilku, dikulumnya pentilku yang sudah mengeras, aku merintih
rintih karena nikmat. “Punyanya maass..!!” “..Apa namanya..?” dia memancing lagi, aku langsung aja
menjawab, “batang mas, besar sekali”. “Apanya yang besar Sin”, dia memancing reaksiku.




















