Aku ingin meronta dan mencoba melepaskan diri, tapi aku juga merasakan suatu kenikmatan yang biasanya hanya ada di dalam hayalan dan mimpi-mimpiku. Bokep SMA Apalagi sekarang malem jum’at” ujarku iseng menakutinya.PLETAK!!“Aduhh.. “Dasar mak lampir.” gerutuku.“Upss!” aku yang keceplosan langsung buru-buru menutup mulutku.“Kamu tadi bilang apa Bram barusan?” tanyanya padaku sambil tersenyum manis kepadaku namun auranya terlihat sangat menyeramkan.“Eng… Enggak Nit aku gak bilang apa-apa kok.” jawabku ketakutan.“Kamu tadi bilang aku kayak mak lampir kan.” Serunya dengan mata melotot menatap tajam kearahku. Mikir…. “God help me….”Hampir setengah jam lebih aku di dalam kamar mandi. Aku masukkkan nasi merah ke dalam penggorengan sambil terus mengaduk. Suara pintu kamar mandi terbuka.Kulihat Nita sedang duduk di tepi kasur, tangannya sedang memegang remote AC sepertinya ia sedang mengatur suhu ruangan.Aku berjalan menghampirinya yang sedang duduk diatas kasur dengan santai seperti tidak ada sesuatu hal yang terjadi sebelumnya.




















