yang menjaga,” jawabku. Bokep Tante Rupanya Pak Oding belum tidur dan masih nonton. Aku pikir ini pertanyaan yang kurang ajar dari seorang pembantu kepada majikannya. “Pak Oding Gimana? Para perampok itu berhasil dikalahkannya. Udah malam kok belum juga pulang?” kata Pak Oding. “Bu, Bapak pulangnya kapan? Hanya saja satu kakinya pun menderita kelumpuhan akibat bacokan. “Jangan, Pak. Apalagi suasana saat itu sangat mendukung. Meskipun telah memiliki dua orang anak namun kami tetap mesra dan hangat. Saat itu aku mengenakan kimono tidur. Tanpa perlu mengucapkan sepatah kata pun, ia langsung mengerti lampu hijau yang kuisyaratkan padanya. Nggak lah, Pak… Kan ada Bapak…. Pada malam hari, suamiku mulai selalu pulang dalam keadaan capai dan terburu-buru.Suatu hari, suamiku kembali ke perkebunan. Kali ini aku tak menolak. “Maaf, Bu,” katanya lagi sambil menjauhkan dirinya dariku.




















