Kubuka lebar-lebar. Bokep Colmek Kamu tunggu dulu ya, aku mberesin ini dulu,” Sarah agak memaksaku sambil membenahi catatan-catatan rapat. Pelan-pelan kurebahkan Mbak Indah yang masih memejamkan mata sambil mendesis itu ke lantai kamar mandi. kenapa tadi sama aku kamu beraninya lirak-lirik aja. Digerakkannya kepalanya naik turun pelahan-lahan, berkali-kali. “Adik-nya jurusan roman-romanan, Mbak-nya jurusan … ” Aku tidak melanjutkan kata-kataku, tangan Mbak Indah sudah lebih dulu memencet hidungku. Seterusnya aku sendiri yang melakukannya sampai aku sempurna telanjang bulat di depan Mbak Indah.“Ih, nakal,” kata Mbak Indah sambil menyentil rudalku yang terayun-ayun akibat baru tegang separo.“Sakit Mbak,” aku meringis.“Biarin,” kata Mbak Indah yang diteruskan dengan melepas blouse-nya kemudian kaos hitamnya, sehingga bagian atasnya tinggal BH warna hitam yang masih dipakainya. Saat di kamar mandi, dan saat mengulangi sekali lagi di kamarnya. Diteruskannya dengan menarik dan memelukku tepat di bawah siraman air dari shower.




















