Hi hi hi” ujarnya sambil memperdengarkan tawa khas-nya. Nduukkkkk …Euunaakkk!!!”Kudengar suara erangan mang Narko dengan sedikit menggeram. Vidio XNXX Monica ngga mau!” rajukku“Kangg!!”hardik mbak Siti ke Mang Narko meminta suaminya itu agar bersikap kooperatif.“Iya iya” jawab mang Narko lalu memutar tubuhnya membelakangi kami.Satu persatu pakaianku terlepas hingga akhirnya aku benar-benar telanjang.“Duduk di sini non” kata mbak Siti membimbingku duduk di pinggir dipan.Ia sendiri duduk di sebelahku.Setelah itu di atas pangkuanku ia letakan sebuah bantal. Bayang-bayang keintiman antara mbak Siti dengan mang Narko terus-terusan muncul mengganggu konsentrasiku pada film yg kutonton. Ternyata cucukan pertamanya meleset dan hanya menyerempet klitorisku. Tetapi sepertinya harapanku barusan tak bakal terjadi karena mang Narko telah mengangkat kepalanya keluar dari wilayah selangkanganku.“He he udah basah nih, nduk.” ujarnya pada mbak Siti sambil terkekeh-kekeh.“Sebentar, kang. Merentangkanku… Menyentuhku..menyelusup ke tempat yg belum seorangpun termasuk aku menjamahnya.“Uhhhhhhgg!” Aku meringis.




















