Mulutku bersentuhan dengan telinga Dhea. Sementara dia jatuh berlutut, tapi Dhea sama sekali tidak bisa mengangkat wajahnya dengan tangan masih terikat ke belakang. Bokep Montok Aku terus menghentak- hentak di atas tubuh Dhea, dengan kecepatan yang brutal, dan tubuhnya yang mungil terbanting- banting karena gerakanku. Dhea sadar bahwa aku sudah selesai, dan menerima gerakanku yang terakhir ini masih tak bergerak, dengan kepala terbenam ke dalam karpet kamarnya yang tebal. Untung saja semuanya masih dalam keadaan sunyi senyap, dan aku memutuskan untuk masuk. Selimut yang menutupi tubuh Dhea sekarang sudah ada di lantai, dan aku bisa melihat jelas gadis yang lagi tengkurap di depanku. Di depan Dhea agak rata, buah dadanya hanya sekepal dengan puting susu yang mengeras. Aku ada di sebelah ranjangnya mencekik lehernya, sementara tangan kiriku mengcungkan belati di depan wajahnya. Tetap diam dan aku akan pergi sebentar segera.”
Mata Dhea terpejam seakan-akan telah tertidur kembali.




















