Kemudian aku memesan secangkir kopi dan semangkok mie untuk mengisi perutku yang sudah keroncongan. Yang kemudian aku mencari tempat untuk berteduh disebuah warung kopi. Bokep Ojol Yaaahh resiko sebagai tukang ojek, yang pada umumnya orang pada tidur pulas naaahh aku malah bekerja mengais rejeki. Karena keterbatasan ekonomi keluargaku, aku harus membantu kedua orangtuaku dalam memenuhi kebutuhan sehari-sehari. Sementara dia masih meronta namun terselip desahan-desahan yang keluar dari mulutnya. Saat keluar rumah, kurasakan udara sangat dingin sekali sepertinya mau
hujan. “Aaaaahh.. Dan aaaaarhgh..Kubenamkan k0ntolku dalam-dalam dan spermaku menyembur dalam vaginanya. Perkenalkan namaku Rudi, diumurku yang baru 20 tahun ini seharusnya aku bisa menikmati masa remajaku bukan bekerja seperti aku sekarang ini. “Maaaas?” ujar sipenjual kopi tersebut lagi yang mengagetkanku
“Ooohh bisa bisa mbak, dimana?” jawabku dengan sedikit salah tingkah dan kemudian akupun mengikutinya kedapur dan langsung memasangkan kabel gas.




















