Kutusukkan kemaluanku, selangkanganku beradu dengan pantatnya, gerakan kami makin cepat, cepat, dan akhirnya aku tak tahan lagi, sambil mencengkeram kuat bahu dan rambut Ester kusemprotkan seluruh cairan maniku dalam vaginanya,“Creett.., creett..”, aahh enaknya.Setelah itu kami berbaring bertindihan, berciuman lama dan bernafsu sekali. “Dasar nakal kamu”, kata saya.Kami berciuman dan Esterpun masuk rumah kosnya. Bokep “Memangnya kenapa Bapak mau ketemu saya lagi?”, tanya Ester. Aku yang juga sudah klimaks sekali segera membuka celana dalamku, kuarahkan penisku yang sudah teramat tegang liang vagina milik Ester, kuturunkan perlahan-lahan, Ester tiba-tiba melingkarkan kedua kakinya di pinggangku dan menekannya ke bawah.Peniskupun amblas ke dalam vaginanya,“Bleess.., ampuunn nikmatnya”, kurasakan vagina Ester sudah demikian basahnya sehingga tak sulit untuk penisku keluar masuk berirama.




















