“Noh di ruang tamu, aku masih ada kasur cadangan kok” jawabku.“Kamu dah santap malem ?” tanyaku. Bokep Jepang Dia mo mutusin tunangan kita. “Trus anda dimana ?” tanya Nisa. “Trus anda dimana ?” tanya Nisa. Kamu inginkan gak ?” tanya Nisa. Aku berhentikan sebentar penisku. Kadang tanganku membelai memeknya. Nisa bereaksi dengan ikut menghisap bibirku. Kemudian aku mengecup kening Nisa. Setelah tangis reda, pelukan kami lepaskan, aku dan Nisa rebahan saling bersisian kembali.“Mungkin emang dia bukan jodoh anda Nis.” kataku ke Nisa. “Kalau sudah orgasme badan rasanya enak banget, kaya diawang-awang gitu deh sangking enaknya”. Nisa melenguh kecil “Uhh….” sambil mengurangi selangkangannya kearah selangkanganku.Setelah beberapa kali membelai bagian belakang hingga meremas pantatnya, aku meremas dadanya. Aku memang punya kasur cadangan guna persiapan kalo ada family ato rekan yang inginkan menginap.“Nis anda tidur di kamar aku aja ya, tuh aku dah siapin” kataku ke Nisa.




















