“Kamu cantik ya Maria? Aku pun menunggunya untuk pulang sambil bermain Play Station di kamarku. XNXX Jepang Kenapa katamu?! Kata Erik, aku sangat cantik dengan baju itu, “Kamu cocok sekali dengan warna putih, sangat matching dengan warna kulitmu.. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. Tepat jam 10.30 malam, aku mendengar suara pintu di sebelah kamarku berbunyi. Selama ini aku hanya mengenal ayah dan ibu saja. Tubuhku masih bergetar. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. “Seperti boneka..”
Aku yakin sekali dia bergumam [“..boneka yang aku idam-idamkan”]
Lalu dia melepaskan wajahku dan langsung meninggalkanku begitu saja.Sehari setelah kunjungan itu, Erik bersama temannya itu kembali mengunjungi yayasan, untuk mengadopsi diriku. Kenapa? Tanpa sadar pipiku bersemu merah.Setelah pesta usai, Erik mengajakku istirahat di kamar hotel. Artis ya?”
“Mungkin ya..”, kata Bunda Risa sambil tertawa kecil.




















