Sejak saat itu, Susan diterapi oleh Pak Totok setiap minggu dua kali.Susan sendiri menerima keputusan itu, karena dia juga merasa semakin percaya dengan kapasitas Pak Totok. Bokep Montok Mertuanya yang sangat dihormatinya itu entah kenapa sedang didera birahi. Mungkin juga karena biasanya pasiennya adalah wanita-wanita di sekitar kampungnya yang biasanya tidak semulus dan seputih Bu Susan, maka setiap kali menyentuh kulit ibu itu, Pak Totok tidak dapat menahan gejolak birahinya. Sementara itu celana dalam perempuan itu sudah sangat basah. Bahkan malamnya, dia tidak dapat berhenti memikirkan lembutnya kulit wanita itu. Pak Totok merasa heran, darimana perasaan itu muncul kembali. Baginya, lelaki itu sudah tua dan tidak mungkin berpikir yang bukan bukan padanya. Tanpa sengaja tangannya meraih pinggang Darmi sekalgus sebagai penopang tubuhnya yang limbung. Tapi berdekatan dengan perempuan montok itu, Pak Totok kembali tidak dapat menahan birahinya.




















