Bagaikan kucing melihat ikan, Bram seperti ingin menerkam langsung dan menyetubuhinya di depan loket stasiun tersebut.“Mas maju mas.. Bokeb Jangan dorong-dorongan!” Petugas keamanan stasiun berteriak seperti Achilles yang memanggil Hector untuk bertarung.Saat Bram sudah di tangga, dia melihat wanita itu lagi. Ada pelecehan!” Sontak semua mata tertuju kepada Bram yang wajahnya ditunjuk oleh bapak tersebut.Lalu kereta pas berhenti di stasiun tujuan Bram, Stasiun Bekasi. Dari rumah ke stasiun dia pesan ojek online yang berwarna hijau.“Bram! Oy!” Tegur seorang bapak dari barisan belakang, Bram bengong melihat penampakan wanita tersebut sehingga lupa dia sedang baris untuk membeli tiket.“Eh iya pak maaf..”
“Mas, ke stasiun bekasi ya. Terlihat ada pesan masuk dari temanya, si Lucas. – BramTangan chintya semakin agresif bak ramboo di hutan vietnam, membuka resleting Bram saat kereta sedang berjalan. Bram kaget bukan kepalang, dia bisa melihat dengan jelas gunung kembar chintya, bahkan lebih jelas dibandingkan masa depannya.Bram menulis




















