bleeeeeshhh…. Sex Bokep ” Hhhgg… ” itu saja yang sempat keluar dari mulut Nuke di sela erangan-erangannya… yang terus meluncur… tanpa henti…Aku geser dengan tanpa mencabut dulu meriam terbenam… aku suruh Nuke tiduran di atas sandaran sofa… dan kakinya masih menggantung di lantai…. ” Ya udah jangan loe puji terus ntar aja dicoba… makin loe puji makin besar kepada dia nanti ” sahutku membahas meriamku. dadanya… yang lebih besar dari punya Nuke…. keluar lagi ni ” katanya setelah beberapa menit aktif di panggung politik dengan manuver-manuver canggihnya. ” Sip Ndi… toketnya bagus dech… gue sempet ngelihat sebentar… mo diacarain ? ” erang Nuke saat kayuhan mentok tersebut… tangannya langsung merangkulku erat… akupun masih terus menusuk-nusuk Nuke sambil manuver… beberapapuluh sodokan aku ayunkan pada posisi itu sebelum aku cabut dan menuntun Nuke ke kursi sofa yang ada di runag studio itu… Aku suruh Nuke meletakkan kaki kanannya di atas




















