“Siip dach..!” aku ceria dan langsung pergi mandi.Habis mandi, badan aku terasa segar kembali. Dan dengan nafas masih terengah-engah, Mbak Ningrum bangun dan duduk.“Ayo Alvi.., gantian kamu tidur aja telentang..!” kata Mbak Ningrum sambil menidurkan aku telentang.Gantian Mbak Ningrum telungkup di samping aku. Bokep Ojol Lidahku masih menari-nari di kedua putingnya yang semakin keras, jilatan lidah aku memberikan sensasi yang kuat bagi Mbak Ningrum. Ciuman terus aku geser ke bawah, ke arah pahanya, turun ke bawah betisnya, terus naik lagi ke atas pahanya, setelah itu ciuman aku arahkan ke rambut kemaluannya yang lebat.Mendapat ciuman di rambut kemaluannya, kembali Mbak Ningrum menggelinjang-gelinjang. Terbukti dia semakin erat meremas rambut aku, deru nafasnya semakin memburu dan lenguhannya semakin kencang. Mbak Ningrum aku dekap hanya tersenyum sambil berbisik,“Sudah nggak sabar ya..?”
“Ya Mbak, perasaan waktu kok berjalan pelan sekali..”Aku cium belakang telinganya yang mungil dan ranum, setelah itu ciuman aku bergeser ke pipinya




















