Kini mau gak mau aku harus ke sana karena mata dokter Chandra terus membuntuti langkahku untuk memastikan diriku benar-benar pergi ke cafe dan tidak membohonginya.Dari seberang jalan, cafe di depanku mendadak terlihat mengintimidasi. Diperawanin, terus dihamilin? Bokep Montok “Karena kamu percaya aku.. Bahkan 30 detik setelah aku duduk pun kami masih terdiam masing-masing. terus jepit kontol aku yang kuat…
“Kamu nyuruh aku, ngecrot di mulut karena takut aku hamilin kan?”Mendengar kalimat itu, tidak hanya vaginaku, tapi seluruh tubuhku kini jadi tegang. Tubuhku ambruk kelelahan, namun dia malah mengajakku bangun.“Gantian, sekarang kamu yang goyang ya!” pintanya.Entah apa yang terjadi. “Karena kamu percaya aku.. Kepalaku sudah tidak bisa berpikir dengan jernih. bangsat kamu muka innocent tapi jago banget nyeponggggghhhh…” dia bergumam gak jelas.Ocehannya makin tidak jelas saat kugunakan tanganku untuk membantu mengocok penisnya.




















