Aku setuju. Bokep Thailand Seluruh pakaian bawaan Anisa basah kuyup, aku hanya punya satu jaket parasut di ransel.Anisa minta aku meminjamkan jakaetku. “Kenapa?” tanya Anisa” Maaf Nisa ? Kami mendapatkan tempat ditepi jurang terjal dan ada goa kecilnya, serta ada sungai yang bening, tapi rimbun dan nyaman. Kami saling ganti posisi, Anisa meminta aku dibawah, dia diatas. Malam semakin larut, hujan sudah reda, bintang-bintang di langit mulai bersinar. Penny’ku. Kebetulan aku berjalan paling belakang menemani si bawel Anisa dan disuruh membawa bawaannya lagi, berat juga sih, sebel pula! Aku diam saja, bahkan dia minta aku memeluknya erat-erat agar hangat tubuhnya. “Maaf” katanya. Anisa minta istirahat dan berteduh di sebuah pohon sangat besar. ” Jahat kamu Rangga, aku kalah terus sama kamu ” Ujarnya lagi. Kami pulang dengan mengambil jalan ke desa terdekat dan pergi ke kota terdekat agar tidak bertemu dengan rombongan yang terpisah itu.Dari kota kecil itu




















